Kerajinan dari Anyaman Mendong

Bahan kerajinan tangan banyak sekali jenisnya. Mulai dari limbah sampai bahan yang berasal dari alam yang ramah lingkungan. Salah satu bahan kerajinan yang berasal dari alam yaitu mendong. Bahan ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan tikar.

Apa sih Mendong itu?

Tanaman mendong untuk kerajinan
Mungkin bagi sebagian orang ada yang belum tahu seperti apa sebenarnya tanaman mendong itu. Mendong adalah jenis tumbuhan rumput yang hidup di tanah berlumpur. Tanaman ini selalu tumbuh di daerah yang memiliki kandungan air yang cukup. Tanaman mendong biasanya tumbuh dengan panjang kira-kira 80 sampai dengan 100cm.

Pada umumnya mendong dijadikan sebagai bahan dasar untuk pembuatan tikar. Seiring dengan meningkatnya daya kreativitas pengrajin, kini mendong tidak hanya dijadikan sebagai tikar saja, berbagai macam kerajinan berbahan dasar mendong banyak sekali kita jumpai di pasaran misalnya tas, tempat pensil, tempat tisu, sandal dan lain-lain. Mendong yang dikenal sebagai bahan baku ramah lingkungan, dengan anyaman yang berwarna-warni memanglah tetap menarik untuk dilirik. Salah satunya adalah kerajinan tas tangan mendong yang begitu diminati. Bahkan penjualannya kini sudah mampu menembus pasar luar negeri.

Contoh kerajinan tas dari anyaman mendong

Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, para pengrajin mendong juga harus pandai mencermati sistem produksi. Dimulai dari pengumpulan bahan baku yang berkualitas, cara pengolahan mendong hingga menghasilkan produk yang siap untuk dijual.

Sistem pengolahan mendong sendiri meliputi pewarnaan mendong, pembuatan cetakan serta perangkaian mendong menjadi kerajinan yang diinginkan. Setelah semua metode dijalankan maka kerajinan mendong siap untuk di pasarkan. Keuntungan akan semakin besar jika mendong diberikan nilai lebih serta diolah menjadi kerajinan yang lebih bervariasi.

Cara Mengolah Mendong

Cara Pengolahan mendong yang benar
Tanaman mendong merupakan tanaman yang harus ditanam di lahan yang senantiasa basah. Tanaman ini dapat dipanen sampai lebih dari lima kali. Ketika musim panen pertama, mendong harus dibiarkan tumbuh selama enam bulan terlebih dahulu, baru dapat dipanen. Ketika panen kedua dan seterusnya hanya memerlukan waktu sekitar empat bulan. Tanaman mendong yang subur dapat mencapai ketinggian 90 sampai 125 cm. Sebelum dijadikan bahan baku kerajinan, mendong yang sudah dipanen harus diproses dari bahan mentah menjadi barang jadi siap anyam melalui beberapa tahapan. Dan tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

• Proses penjemuran
Tanaman mendong yang telah dipotong dijemur selama satu hari. Setelah kering dipisah-pisahkan sesuai dengan besar dan panjang batangnya, kemudian masing-masing diikat menjadi satu ukuran tertentu. Ikatan-ikatan batang mendong itu kemudian dikepras, yaitu meratakan ujung-ujungnya dengan cara dipotong menggunakan parang. Batang mendong yang sudah dikepras (dirapikan) kemudian dijemur untuk kedua kalinya selama dua sampai dengan tiga jam. Kemudian ikatan-ikatan batang mendong tersebut disimpan di dalam rumah selama satu hari agar tidak regas (mudah patah).

• Proses pewarnaan
Proses pewarnaan batang mendong menggunakan warna-warna yang sering dipakai yaitu hijau, biru, kuning, merah, dan ungu. Sedangkan bahan zat pewarna biasanya menggunakan pewarna pakaian. Batang mendong yang telah selesai dijemur diberi warna dengan cara dicelup-celupkan ke dalam  rebusan atau larutan zat pewarna yang dipanaskan sampai mendidih, sesuai dengan warna yang diinginkan. Setelah proses pewarnaan selesai, batang-batang mendong tersebut dijemur kembali selama 4 jam dengan tujuan agar warnanya tidak luntur.

Jika ingin memberikan lebih dari satu warna, maka bagian yang belum diberi warna dicelupkan lagi ke dalam zat pewarna lainnya. kemudian dijemur kembali. Setelah itu batang-batang mendong tersebut dimasukkan ke dalam air sebentar agar batang tidak mudah putus. Setelah kering, batang mendong yang telah diberi warna tersebut siap untuk dianyam.

• Proses penganyaman
Membuat kerajinan mendong lebih banyak melibatkan tenaga kerja dibandingkan dengan kerajinan bordir. Karena kerajinan bordir sudah menggunakan tenaga mesin. Sedangkan kerajinan mendong, terutama proses penganyaman, masih menggunakan alat penganyam tradisional dan bahan baku lain yang dibutuhkan yaitu benang polyester.

Cara Membuat Kerajinan dari Mendong

Langkah pertama adalah membuat pola pada kertas karton berukuran tebal. Misalnya membuat tas, dompet maupun sandal. Setelah pola terbentuk, kemudian kertas karton dipotong dengan gunting atau pisau cutter. Pola-pola karton yang sudah dipotong kemudian dilapisi dengan anyaman mendong yang direkatkan dengan lem.

Setelah anyaman mendong melekat pada karton secara keseluruhan, kemudian baru dikreasikan menjadi barang yang diinginkan. Agar bekas potongan anyaman mendong pada bagian tepi kerajinan tidak terlihat, maka dapat dilakukan dengan cara melipat bagian tepi mendong atau dengan cara dikelim dengan kain atau bisban lalu dijahit. Untuk mempercantik kerajinan yang dihasilkan bisa ditambahkan manik-manik maupun ornamen bunga dengan teknik sulam pita ataupun sulam benang.

Demikianlah artikel yang mengulas tentang salah satu jenis tanaman yang ada di Indonesia sebagai sumber daya alam yang bisa diambil manfaatnya. Membuat Kerajinan dari Anyaman Mendong adalah salah satu cara mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang sudah disediakan oleh Tuhan untuk kita.

0 Response to "Kerajinan dari Anyaman Mendong"

Posting Komentar

DMCA