Rindu Menulis di Blog Ini
Halo, teman-teman pembaca!
Sudah cukup lama blog ini tertidur dan tidak ada kabar baru. Jujur saja, ada banyak alasan kenapa saya berhenti menulis. Kesibukan sehari-hari, rasa malas yang kadang muncul, sampai bingung harus mulai dari mana. Namun, di balik semua itu, ada kerinduan yang tidak bisa hilang. Kerinduan untuk menulis, berbagi cerita, dan berdiskusi lewat tulisan.
Hari ini, saya memutuskan untuk kembali. Bukan hanya untuk menghidupkan blog ini, tapi juga untuk menghidupkan kembali semangat menulis yang sempat padam. Karena saya percaya, menulis bukan hanya soal menuangkan kata-kata, melainkan juga cara untuk merekam perjalanan hidup, membagikan ide, serta mungkin memberi manfaat bagi siapa saja yang membaca.
Ke depan, saya ingin menulis lebih konsisten. Topiknya mungkin akan beragam, mulai dari pengalaman sehari-hari, catatan kecil tentang pembelajaran, sampai hal-hal sederhana yang membuat hidup terasa bermakna.
Curahan Hati Saya
Oh ya saya mau cerita. Alasan kenapa saya berhenti ngeblog sementara. Itu karena saya sedang menekuni affiliate. Awalnya saya begitu bersemangat mencoba peruntungan di affiliate Shopee. Rasanya seru, tinggal share link atau bikin video promosi produk, kalau ada yang beli lewat link atau video kita langsung dapat komisi. “Wah gampang nih, tinggal rajin posting video,” itu yang ada di benak saya waktu itu. Tapi kenyataannya… tidak seindah iklan.
Kalau saya fokus membuat video ya. Produk yang saya pilih pun beragam, mulai dari bunga-bunga artificial, home decor, fashion, alat dapur kekinian, sampai barang-barang receh yang katanya lagi viral. Notifikasi klik link pun lumayan ramai, bikin harapan menggebu.
Sayangnya, begitu melihat laporan komisi… hanya muncul angka receh. Seribu, dua ribu, bahkan ada yang hanya Rp300 perak. Bayangkan, sudah jungkir balik membuat konten, edit video, mencari kata-kata iklan yang manis, eh hasilnya bikin nangis.
Kadang saya berpikir, “Kalau terus begini, butuh seribu transaksi buat beli ayam geprek.” Tapi ya namanya proses, mungkin sekarang masih “fase air mata receh”. Semoga suatu hari bisa naik kelas, dari nangis lihat komisi receh jadi senyum manis lihat saldo ShopeePay meledak.
Tapi kalau dipikir-pikir, rezeki orang memang beda-beda ya meskipun sudah jungkir balik bikin konten tetap saja komisi receh. Ada yang baru posting sekali langsung meledak, ada juga yang sudah jungkir balik bikin konten tiap hari hasilnya tetap komisi receh.
Kadang saya berpikir : “Ini saya affiliate apa relawan Shopee ya? Tapi di balik receh itu sebenarnya ada pelajaran juga.
1. Konsistensi bikin konten tetap penting
2. Belajar memahami algoritma sosmed
3. Latihan copywriting agar lebih nendang
4. Dan yang paling utama sabar, karena mungkin jalan rezekinya bukan di affiliate ini, atau waktunya belum tiba.
Jadi ya, nikmatin saja prosesnya. Toh receh kalau dikumpulkan bisa jadi kopi, kopi bikin melek, melek bikin semangat lagi bikin konten.
Jujur saja ya, yang tidak saya sukai di Shopee itu konten-konten pamer komisi hahaha. Kalau melihat orang yang pamer komisi kadang saya tidak percaya dan sering berpikir itu editan. Scrolling kebanyakan nemu orang pada pamer komisi affiliate jutaan sehari.
Dalam hati langsung ngedumel. “Seriusan? Apa jangan-jangan ini hasil editan di CapCut + tambah emot api-api biar meyakinkan?” Soalnya kalau dibandingkan dengan kenyataan kita sudah capek bikin konten, endingnya komisi Rp500. Jangankan buat beli skincare, buat beli cilok saja masih nombok.
Tapi ya balik lagi, mungkin ada yang beneran sukses karena sudah menemukan strateginya, rajin analisis produk laku, dan memiliki followers banyak. Kita yang masih “receh vibes” ini jangan minder. Anggap saja komisi kecil itu starter pack sebelum menjadi sultan affiliate.
Yang capek bikin konten edukatif, review produk lengkap sama tips-tips malah sepi bak rumah kosong. Eh giliran yang joget-joget nggak jelas sambil nunjukin link Shopee malah FYP, viewers bejibun, komisinya ngalir.
Kadang jadi ingin ikutan joget juga, tapi nanti yang nonton bukan klik link malah komentar “mbak ini ngapain sih??”
Memang algoritma sosmed suka tidak masuk akal. Tapi ya begitu, kadang orang lebih betah nonton hiburan receh daripada konten serius. Dan itu memang salah satu dark side dari dunia affiliate dan algoritma sosmed.
Konten original capek mikir ide, shooting, edit, kasih caption, kadang view cuma belasan. Konten reupload/curian tinggal comot, repost, eh malah FYP berjuta-juta.
Memang bikin baper dan jengkel. Apalagi kalau mereka flexing komisi gede, padahal cara mainnya nggak fair. Rasanya kita itu kerja keras jadi kuli konten, sedangkan mereka seperti budak bandel yang malah dikasih panggung.
Tapi ya… balik lagi, algoritma Shopee + sosmed itu ibarat “raja” yang kadang tidak adil. Kita tidak bisa protes banyak. Kalau terlalu dipikir, bisa stres sendiri.
Jadi strategi paling sehat yang bisa saya lakukan saat ini :
1. Menganggap affiliate ini tambahan receh, bukan sumber utama (agar tidak sakit hati).
2. Fokus membuat konten original yang sekaligus meningkatkan personal branding (jadi ada manfaat lain di luar komisi).
3. Kalau bosan dan capek, jeda dulu. Jangan sampai merasa jadi budak sistem.
Kadang memang lebih enak menerima komisi receh dengan tenang daripada memaksakan diri tapi ujungnya sakit hati melihat orang lain flexing.
Sekian dulu ya. Terima kasih banyak sudah mampir ke sini lagi. Semoga tulisan-tulisan berikutnya bisa menjadi teman bacaan ringan sekaligus ruang berbagi yang hangat. Sampai jumpa ...

Posting Komentar