Sejarah Mesin Jahit yang Perlu Kita Ketahui

Sejarah Mesin Jahit yang Perlu Kita Ketahui

Banyaknya wanita yang menjahit pakaian dengan tangan untuk diri sendiri dan keluarga menjadi asal mula sejarah mesin jahit. Mulanya, kegiatan sebelum tahun 1900-an ini digunakan untuk mengisi waktu luang. Selain untuk pribadi, beberapa kelompok wanita juga menjahit pakaian di dalam ruangan pabrik, sebagai tanggung jawab mereka dalam pekerjaannya.

Tentang Sejarah Mesin Jahit yang Perlu Kita Ketahui

Penemuan mesin jahit tentunya membuat para wanita semakin mudah untuk menemuni hobinya atau melakukan pekerjaan, sehingga mereka mulai meninggalkan menjahit secara tradisional. Penggunaan mesin jahit ini dirasa lebih efektif dan efisien, maka mulai digunakan oleh industri pakaian untuk memudahkan para karyawannya dalam melakukan pekerjaan menjahit.

Mesin jahit merupakan peralatan mekanis yang berguna untuk menjahit. Untuk bisa berfungsi, mesin jahit ini harus menggunakan jarum dengan ujung yang runcing. Jarum ini bisa terbuat dari tembaga, batu, gading hingga tulang. Dahulu, jarum dibuat untuk menyatukan kulit hewan menjadi pakaian dan benang yang terbuat dari otot hewan. Jarum logam dengan libang mulai dikenal pada abad ke-14.

Temuan Awal Mesin Jahit

Sejarah mesin jahit bermula pada tahun 1755 dimana Charles Weisenthal, imigran Jerman yang tinggal di Inggris mematenkan penemuan jarum yang dirancang khusus untuk sebuah mesin. Hanya saja, paten yang diajukan tidak merinci mesin yang dapat menggunakan jarum tersebut. Setelah itu, muncul Thomas Saint pada tahun 1790, pembuat lemari asal Inggris yang juga mematenkan mesin jahit.

Sampai sekarang, tidak ada yang tahu apakah Saint membuat prototipe mesin atau hanya mematenkan agar memperoleh royalti jika kelak mesin ini dibuat. Dalam patennya, dijelaskan bahwa jarum adalah sebuah benda tajam untuk membuat lubang pada kulit dan memasukkan jarum pada lubang yang ada. Meski demikian, temuan ini ternyata tidak bisa beroperasi.

Balthasar Krems, penemu mesin otomatis untuk menjahit topi di tahun 1810 juga turut melupakan hak patennya. Ia tidak pernah mematenkan temuannya ini dan pasalnya, mesin hasil temuannya ini tidak dapat bekerja dengan baik.

Perang Hak Paten Mesin Jahit

Berbagai masalah hak paten yang terlupakan membuat perang paten pun terjadi, bahkan banyak yang berakhir dalam kegagalan. Misalnya saja John Knowles dan John Adams Doge dari Amerika. Pada tahun 1818, mereka membuat mesin jahit namun gagal saat digunakan menjahit kain.

Temuan sejarah mesin jahit yang dapat berfungsi ini berhasil diciptakan oleh Barthelemy Thimonier pada tahun 1830. Mesin ini menggunakan sebuah jarum kait, seperti jarum sulam atau bordir dan juga satu benang. Namun, temuannya ini justru menimbulkan berbagai masalah karena dianggap sebagai penyebab banyaknya pengangguran.

Mesin jahit memiliki sejarah yang cukup panjang, mulai dari kegagalan hingga kesuksesan temuan yang bisa berfungsi dengan baik. Namun, pro kontra pasti selalu ada dalam setiap temuan. Namun, apapun itu, kita patut bersyukur dengan adanya sejarah mesin jahit sehingga memudahkan kegiatan menjahit.

Demikianlah informasi yang bisa admin bagikan. Terima kasih sudah membaca artikel yang berjudul sejarah mesin jahit yang perlu kita ketahui.

Baca juga:

Tidak ada komentar